DI HADAPAN berdiri seorang penjaga pintu. Kepada penjaga ini datanglah seorang lelaki dari dusun dan berdoa meminta ijin masuk ke dalam Hukum. Tapi penjaga pintu itu mengatakan bahwa dia tak bisa memberikan izin masuk saat itu. Lelaki itu mengira Hukum sudah tutup dan bertanya apakah dia akan diizinkan masuk nanti. "Mungkin saja," jawab sang penjaga, "tapi tidak saat ini."
Friday, July 31, 2009
Thursday, July 30, 2009
Senja Ungu
Oleh Aulia Andri
Surat beramplop putih agak kekuningan itu diantar bersama dengan setumpuk surat-surat lainnya. Terselip, terhimpit surat-surat dinas untuk pak Lurah. Pasti tak ada yang istimewa dari surat itu. Lihatlah warna amplopnya yang putih sudah agak kekuningan. Pasti surat itu sudah terlampau lama ditumpuk di kantor pos. Juga prangko yang tertempel di sudut kanannya, sudah hampir terkelupas dan fashionable.
Surat beramplop putih agak kekuningan itu diantar bersama dengan setumpuk surat-surat lainnya. Terselip, terhimpit surat-surat dinas untuk pak Lurah. Pasti tak ada yang istimewa dari surat itu. Lihatlah warna amplopnya yang putih sudah agak kekuningan. Pasti surat itu sudah terlampau lama ditumpuk di kantor pos. Juga prangko yang tertempel di sudut kanannya, sudah hampir terkelupas dan fashionable.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Searching...

Custom Search