Showing posts with label Culture. Show all posts
Showing posts with label Culture. Show all posts
Sunday, February 01, 2004
Menumpulkan Logika Publik
Isu kolor ijo yang cukup menghebohkan, tayangan-tayangan televisi yang tidak rasional, serta klaim yang menyatakan bahwa masyarakat kini merindukan masa-masa Orde Baru adalah sisi lain dari upaya sistematis untuk menumpulkan logika publik. Celakanya, kalangan terdidik yang duduk pada lembaga-lembaga strategis justru ikut memelihara dan memanfaatkan situasi tersebut.
Saturday, December 27, 2003
The Man Behind The Mall
Seperti Freud, arsitek Victor Gruen (1903-1980) adalah Yahudi sekular yang melarikan diri dari Vienna menghindari Nazi. Bedanya, Gruen--dulu bernama Victor Gr�nbaum--berurusan dengan arsitektur dan mengubah lanskap Amerika dengan bangunan ciptaannya. Dia adalah bapak mall modern dengan gagasan untuk menjadikan mall sebagai substitusi pusat kota. Tapi, pragmatisme ekonomi mengubah mall jadi raksasa ganjil di tengah kota. Hmmm, tapi dia punya banyak gagasan lain, di antaranya melarang mobil berkeliaran di jalan-jalan utama kota. Mungkin rada mirip dengan gagasan Sutiyoso bikin aturan 3 in 1 di Jalan Sudirman demi busway impiannya.
Tuesday, November 11, 2003
Het Spijt Me
Bagaimana Anda mengatakan "maafkan saya" kepada orang berbahasa lain dari Anda. Orang Cina mengenalnya sebagai "Zhen bao qian", orang Belanda "Het spijt me", orang Jepang "Gomen nasai". Kini Donnell Library Center berbaik hati menyusun World Languages Collection Useful Expressions and Greetings in 26 languages, kecuali bahasa Indonesia :(.
Sunday, November 09, 2003
McDonald's dan McJob
CEO McDonald's Jim Cantalupo memprotes istilah "McJob" dalam edisi mutakhir Merriam-Webster's Collegiate Dictionary yang mendefinisikan istilah itu sebagai "pekerjaan dengan gaji rendah dan mati karir" (low paying and dead-end work). Istilah itu sangat mirip dengan McJOBS, program pelatihan perusahaan itu untuk memberdayakan orang secara mental dan fisik.
Thursday, May 01, 2003
Hegemoni Keraton Yogyakarta
Hegemoni kekuasaan Keraton Yogyakarta dimulai ketika belum terbentuk kesadaran kritis individu yakni saat sultan mengangkat 45 jurukunci untuk menjaga situs Parangkusumo yang diyakini sebagai tempat pertemuan Ratu Kidul dengan Panembahan Senopati. Artikel.
Friday, January 10, 2003
Proses Osmosis Kebudayaan Indonesia
Peneliti budaya Indonesaia, Claire Holt, wafat pada 1970 dengan meninggalkan Art in Indonesia: Continuities and Change (1967), sebuah karya yang boleh dibilang magnum opus. Fokus utama karyanya adalah melacak benang-benang utama kontinuitas, diskontinuitas, perubahan-perubahan gaya atau perasaan-perasaan dalam struktur sejarah seni di Indonesia, dari masa prasejarah sampai modern. Proses dinamika sejarah kesenian Indonesia bagi Holt adalah semacam proses osmosis kebudayaan yang terus-menerus. Istilah osmosis itu juga digunakan oleh Denys Lombard, dalam karya monumentalnya, Nusa Jawa: Silang Budaya. Seno Joko Suyono mencoba Membaca Ulang Claire Holt.
Thursday, January 09, 2003
Memetakan Kebudayaan Indonesia
Kongres Kebudayaan Ke-5 akan berlangsung di Bukittinggi, Sumater Barat, 20-23 Oktober mendatang dengan ketua steering commite Prof. Dr. Toety Herati dan wakil-wakilnya Ignas Kleden, Ridwan Saidi, dan Putu Wijaya. Menurut budayawan Jacob Sumardjo, kongres kebudayaan kali ini seharusnya kembali memperhatikan budayanya yaitu pandangan, totalitas mendasar tentang keberadaan tingkah laku, pola pikir orang Indonesia sekarang ini sesuai dengan bidangnya masing-masing. Jacob berharap kongres memperhatikan lokalitas-lokalitas baik secara primodial maupun historis karena pola berpikir di Indonesia kini sangat plural di setiap daerah.
Wednesday, January 01, 2003
Indonesia dari Kacamata Pascakolonialisme
Sudah saatnya kini kita mulai berpikir dengan cara yang sedikit pascakolonial dengan meragukan kembali anggapan-anggapan lama tentang Indonesia. Tak tertanganinya konflik disini mungkin karena kita masih berpegang pada asumsi-asumsi kolonial. Anggapan tersebut berguna untuk mengamankan kekuasaan, tetapi tak berguna untuk menciptakan masyarakat damai. Ignas Kleden melakukan penggalian arkeologis atas kebudayaan Indonesia dalam Arkeologi Perdamaian.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Searching...
Custom Search