Showing posts with label Politic. Show all posts
Showing posts with label Politic. Show all posts

Thursday, July 29, 2010

Tabung Gas Paling Berbahaya di Dunia

Hidup di Indonesia memang mengerikan. Tidak keluar rumah saja orang bisa mati. Itulah yang dialami korban-korban ledakan tabung melon, tabung LPG ukuran tiga kilogram, yang beberapa pekan terakhir ini membetot perhatian kita.

Pemerintah akan segera menarik peredaran tabung gas yang tak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), yang diperkirakan sebanyak 9 juta. Tapi, langkah ini sudah terlambat. Korban sudah berjatuhan cukup banyak setelah hampir setiap hari ledakan tabung gas itu terjadi.

Setelah penarikan itu, apa masalahnya selesai?

Tidak bagi tetangga saya. Mereka sudah terlanjur trauma. Keluarga dengan dua orang anak itu kini praktis tak berani menyentuh tabung gas. Sang ibu belanja makan dan minum ke warung. Bahkan, untuk sekadar menyeduh kopi untuk suaminya, dia membeli air panas di warung juga. Kadangkala mereka anak beranak makan bakso bersama di tukang bakso yang parkir di tikungan.

Pemerintah tampaknya tak mampu memenuhi hak paling dasar bagi rakyatnya: rasa aman. Bahkan, rasa aman di dapur dan rumah kita sendiri pun tidak bisa mereka dijamin. Lantas, apa saja yang dilakukan SBY dan para menterinya itu?

Monday, December 14, 2009

Foto terbaik UNMIT di Timor Leste


United Nations Integrated Mission in Timor-Leste (UNMIT) setiap hari mempublikasikan foto-foto menarik dari Dili. Baru-baru ini mereka memilih foto terbaik tahun ini (Best Of 2009 UNMIT Photo of the Day). Berikut ini pengumumannya:

For the young in Timor-Leste, the future holds both promise and challenge. The opportunities available to them tomorrow will largely be determined by decisions made today. Timor-Leste is committed to achieving the Millennium Development Goals (MDG). The second MDG Report, released in April, highlights the progress the nation has thus far made in achieving the targets, while acknowledging the many steps that are still needed.

(UNMIT Photo/Hipolito da Cruz)

Monday, October 05, 2009

Njoto dan Puisi Cak

Majalah Tempo edisi pekan ini menurunkan laporan khusus tentang Njoto, Wakil Ketua CC Partai Komunis Indonesia. Selain jago meniup saksofon, Njoto juga pandai menulis puisi.

Di bawah ini saya salin salah satu puisinya yang dimuat di Harian Rakjat pada tahun 1962. Puisi ini juga masuk dalam Gugur Merah: Sehimpunan Puisi Lekra, Harian Rakyat 1950-1965 yang disusun Rhoma Dwi Aria Yuliantri dan Muhidin M. Dahlan dan terbit pada September 2008.

Selamat menikmati...


Variasi Cak

Cak-cak
cak-cak-cak-cak
cak-cak
cak-cak-cak-cak
penari-petani menari
di Blahbatu sini
mata menari perut menari
menuntut merdeka dan nasi
cak-cak
cak-cak-cak-cak
satu bedil
satu cangkul
cak-cak
cak-cak-cak-cak
imperialisme
kananbaru
feodalisme
sikepalabatu
kita tinju
satu persatu
cak-cak
cak-cak-cak-cak
cak-cak
cak-cak-cak-cak

Blahbatu, Maret 1962

Tuesday, August 04, 2009

Ayatollah Khamenei Endorses Vote to President-elect

"In the Name of God, the Merciful, the Compassionate

Thank God Who once more made Iran honored and helped our smart people to create one more endurable epic. June 12, 2009 became a golden page in the book of Iran's destiny line by line of which written by the grand will and firm resolve of our people and safeguarded by their vigilance and perseverance.

Friday, July 17, 2009

Bom Marriott, SBY, dan Drakula

Dua ledakan bom menghajar Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton di Jakarta pada pagi tadi sekitar pukul 08.00 WIB. Sedikitnya sembilan orang meninggal dunia dan puluhan korban luka-luka.

Siangnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono malah pidato soal temuan intelijen yang menunjukkan bahwa dirinya jadi sasaran teroris dan memamerkan foto yang menunjukkan fotonya jadi sasaran latihan tembak.

SBY juga menyatakan bahwa teror ini terkait dengan pemilihan umum, seperti adanya informasi intelijen soal rencana pendudukan KPU. Tapi,
Direktur International Crisis Group (ICG), Sidney Jones, menduga bom di dua hotel itu tidak ada kaitannya dengan pemilihan presiden lalu..

Anehnya, SBY juga menyinggung soal "penghilangan orang"

Kepada Polri, TNI, BIN, termasuk kepada Gubernur, Bupati, dan Walikota, saya minta untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terus berusaha keras mencegah aksi-aksi teror dan kemudian yang lebih penting lagi, para penegak hukum harus betul-betul bisa mencari, menangkap, dan mengadili para pelaku, para penggerak, dan otak di belakang kekerasan ini. Barangkali ada di antara kita yang di waktu yang lalu melakukan kejahatan, membunuh, menghilangkan orang barangkali dan para pelaku itu masih lolos dari jeratan hukum, kali ini negara tidak boleh membiarkan mereka menjadi drakula dan penyebar maut di negeri kita.
Mengapa SBY mendadak menyebut hal itu?

Pidato lengkap SBY dapat dibaca di PresidenSBY.info.

Friday, July 03, 2009

Situs tentang Iran

Iran kini sedang ramai-ramainya setelah hasil pemilihan umum diprotes sebagian pihak. Berikut ini beberapa situs yang dapat memberi serba sedikit informasi di negeri itu. Ini adalah situs-situs pemerintahan atau media milik pemerintah, jadi isinya tentulah versi pemerintah. Untuk versi alternatif atau kelompok oposisi, Anda harus mencarinya di situs-situs lain.

- Situs Resmi Kantor Pemimpin Tertinggi Iran : http://www.leader.ir
- Situs Resmi Kantor Presiden Iran : http://www.president.ir
- Situs Resmi Deplu Iran : http://www.mfa.gov.ir

- Kantor Berita Irna : http://www.irna.ir

- Kantor Berita Fars : http://english.farsnews.net
- Kantor Berita Mehr : http://www.mehrnews.com/en/
- Kantor Berita ISNA : http://isna.ir
- IRIB News : http://english.iribnews.ir

- Situs Resmi PressTV : http://www.presstv.ir

Thursday, January 15, 2009

Teror Bahasa Perang Melawan Teror

Menteri Luar Negeri Inggris David Miliband angkat bicara tentang betapa menyesatkannya "perang melawan teror", istilah yang dipopulerkan Presiden Amerika Serikat George W. Bush dan memicu perburuan besar dalam sejarah terhadap dua entitas: Usamah bin Ladin dan Al-Qaidah.

Mengapa menyesatkan? Karena:

The idea of a "war on terror" gave the impression of a unified, transnational enemy, embodied in the figure of Osama bin Laden and al-Qaida. The reality is that the motivations and identities of terrorist groups are disparate. Lashkar-e-Taiba has roots in Pakistan and says its cause is Kashmir. Hezbollah says it stands for resistance to occupation of the Golan Heights. The Shia and Sunni insurgent groups in Iraq have myriad demands. They are as diverse as the 1970s European movements of the IRA, Baader-Meinhof, and Eta. All used terrorism and sometimes they supported each other, but their causes were not unified and their cooperation was opportunistic. So it is today.

Baca selanjutnya di Guardian : David Miliband: 'War on terror' was wrong.

Friday, June 27, 2008

Samak Win

Thailand Prime Minister Samak Sundaravej and seven cabinet members win a vote of no-confidence in parliament. Here is the results.


























































Name Yes No Abstain
Prime Minister Samak Sundaravej 280 162 -
Deputy Prime Minister and Finance Minister Surapong Suebwonglee 279 161 1
Deputy Prime Minister and Commerce Minister Mingkwan Sangsuwan 279 161 1
Interior Minister Chalerm Yoobamrung 279 162 -
Justice Minister Sompong Amornwiwat 280 162 -
Transport Minister Santi Prompat 279 162 -
Deputy Transport Minister Songsak Thongsri 280 162 -
Foreign Minister Noppadon Pattama 279 162 1


Source: The Nation

Saturday, June 21, 2008

Final Battle in Bangkok?

Malaysian media, The Star, wrote:



Thais grown weary of the ongoing saga between the pro and anti-Thaksin camps are hoping that yesterday's mass protest will be the final chapter to this drama that has gripped the nation since early 2005.


Samak faces this pressure because of some accusations from DAP. Among them are that Samak administration's mishandling of soaring global oil prices and rising inflation and that he was acting as a proxy for Thaksin.



I dont know why they just put all these burden to Samak. We know that all countries in the world faces the same problem releted to soaring global oil price. How to handle it depends on all pillars of the country, not just the executive.



For second accusation, maybe they are right. But, we must see what treatment government give to Thaksin in court.

Friday, June 20, 2008

Thai Premier Samak Under Fire

Today around 50,000 protesters from opposition group People's Alliance for Democracy (PAD) besieged Government House, Thailand Prime Minister Samak Sundaravej's office, demanding that he resign. Some 5,000 police didn't force them back or attck them using teargas and water cannon.



I give two thumbs up to Thai policemen who let the protest run in peace.



Bravo. Threre is no violence at the event. You can see minute-by-minute of demonstration here

.

Wednesday, October 06, 2004

Pemenang, Pergantian

Senin (4/10/2004) sore itu, Komisi Pemilihan Umum menetapkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (profil) - Jusuf Kalla (profil) sebagai pemenang pemilu dan menetapkan keduanya sebagai presiden dan wakil presiden terpilih. Sementara, situasi di sekitar Jalan Kebagusan IV No. 45, kediaman Presiden Megawati, ramai dihadiri para wartawan yang menunggu pernyataan Mega. Tak ada pernyataan hingga keesokan harinya. Tapi, semuanya berjalan tenang, tanpa gejolak, meski jauh hari sejumlah orang berpikir akan terjadi gejolak hebat bila Mega kalah. Suatu keadaan yang jauh berbeda kala Gus Dur "dijatuhkan" oleh MPR pada Senin (23/7/2001). Saya mencatat kejatuhan itu dalam sebuah fitur pendek "Malam Terpanjang di Dunia" di bawah ini.

Tuesday, June 01, 2004

Siapa Takut Golput?

Argumen tentang kemungkinan kenaikan suara golput pada pemilu akan datang hanya dapat diterima bila kita mengandaikan bahwa dalam kurun waktu yang sangat pendek menyusul jatuhnya rezim Orde Baru kita berhasil mentransformasikan sistem politik Indonesia menjadi sistem politik rasional yang berkembang di atas basis kelas sosial yang "tebal" dan "independen". Argumen itu tidak memiliki pijakan teoritis dan empiris yang kokoh. Maka, hal itu tidak dapat dijadikan dasar untuk membuat perhitungan tentang apa yang akan terjadi pada Pemilu 2004. Itu kata Nasikun, dosen Sosiologi FISIPOL dan Ketua Divisi Penelitian Pusat Studi Sosial Asia Tenggara UGM.

Friday, February 27, 2004

Mata Jahat Kamera

Sepanjang Kamis (12/2) kemarin, nyaris semua media terkecoh oleh Akbar Tanjung. Dengan kecerdasannya, orang nomor satu di Partai Golkar itu memanfaatkan televisi untuk ikut memainkan "politik ruang keluarga" yang dia skenariokan. Mata jahat kamera telah melakukan itu.

Friday, February 13, 2004

Dissenting Opinion Hakim Rahman

Hakim agung memutuskan mengabulkan permohonan kasasi Akbar Tandjung dalam kasus penyelewengan dana nonbujeter Bulog sebesar Rp 40 miliar untuk program raskin pada Kamis (12/2/2004). Tapi, putusan itu lonjong, karena hakim Abdul Rahman Saleh berbeda pendapat dan mengajukan dissenting opinion, di antaranya "Akbar terbukti melakukan perbuatan tercela karena tidak bisa menunjukkan usaha minimum yang pantas untuk melindungi uang negara sebesar Rp 40 miliar yang telah dipercayakan presiden kepadanya, juga untuk berkoordinasi dengan menteri terkait."

Wednesday, January 21, 2004

Demokrasi Tanpa Demokrat

Sosiolog Ralf Dahrendorf dalam artikel Democracy Without Democrats menilai definisi Popper tentang demokrasi tidaklah membantu ketika ia berhadapan dengan pertanyaan apa jadinya jika yang digusur dari kekuasaan percaya akan demokrasi, sedangkan mereka yang menggantikannya tidak? Apa jadinya, dengan kata lain, jika orang-orang "yang salah" terpilih?.

Wednesday, November 12, 2003

Hitler Sebagai Hausfrau

Begini dia melayani tamunya. Kala para tamu tiba di Berghof, tempat peristirahatan sang Fuhrer, para tamu sering heran menemukan Hitler sendiri yang menyambut mereka sebagai hausfrau. "Dia selalu peduli dengan kesehatan mereka dan siap dengan nasihat medis dan nutrisi... bir, anggur, dan liquor," tulis Jesse Browner dalam The Duchess Who Wouldn't Sit Down: An Informal History of Hospitality. Sang Fuhrer tak cuma menawarkan kepada tamunya dua menu--satu vegetarian, yang lain tidak--dia juga menyediakan setiap ruang tamunya dengan kitab Mein Kampf dan gambar porno Prancis.

Thursday, March 20, 2003

Petisi Perdamaian Menentang Perang

Sejumlah penyair yang aktif di berbagai milis sastra bersepakat membikin petisi antiperang sebagai sikap terhadap ancaman dan kini serangan Amerika Serikat ke Irak. Make Poems, Not War! Anda dapat membaca petisi dalam bahasa Indonesia dan Inggris di bawah ini atau turut angkat bicara di forum Against the War.

Petisi ini dibacakan dalam acara pertemuan anggota milis yang diadakan Yayasan Mutimedia Sastra di PBS HB Jassin, TIM, Jakarta, 8 Maret 2003 dan diserahkan kepada Konselor Penerangan dan Kebudayaan Gretta N. Morris di Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, 19 Maret 2003

Wednesday, January 01, 2003

Parlemen Amatiran

Kemelut tentang amandemen UUD45 lahir dari pemerintahan para amatir: memperkuat kekuasaan eksekutif dan parlemen sengaja menyerahkan sebagian kekuasaannya (pembentukan undang-undang) kepada eksekutif. MPR jadi tak merasa perlu minta pendapat rakyat (referendum) karena mengandaikan rakyat telah memberi kuasa penuh kepada MPR, dan kuasa ini tidak dapat ditarik lagi. Demikian kesimpulan Dr. Ir. Sudarsono H. M.A., Kepala Badan Diklat Depdagri dan alumni The University of Tokyo dalam Government By Amateurs.

Saturday, May 01, 1999

Semangat Mei

"Semua orang tahu mengapa esok hari itu penting: besok adalah peringatan 70 tahun Gerakan Empat Mei, gerakan kepemimpinan politis mahasiswa dalam sejarah modern Cina. Kami semua bekerja dengan semangat khusus sehingga reli kami dapat tegak sebagai signifikansi sejarah hari itu. Hebatnya, mesin mimeograf kami mencetak 100.000 liflet, dan sorenya beberapa pimpinan mahasiswa dan intelektual --Wang Chaohua, Feng Congde, Wuer Kaixi (yang muncul kembali setelah beberapa hari bersembunyi), Zhou Yongjun, Lao he, dan Liu Xiaubao, seorang dosen Beijing Normal yang baru kembali dari Amerika untuk bergabung dengan gerakan ini-- berkumpul di pusat pemberitaan untuk membuat draf sebuah deklarasi yang akan dibacakan di lapangan Tiananmen. Draf akhir selesai pada pukul 3 dini hari, menyerukan demokrasi di kampus-kampus dan seluruh Cina," catat Shen Tong dalam memoarnya, Almost A Revolution.

Thursday, September 26, 1996

Diskursus Nasionalisme: Artefak Masa Lalu di Panggung Masa Kini

oleh KURNIAWAN[i]

Bukankah kemerdekaan yang sempurna itu
adalah kemerdekaan negara dan bangsa?
Negara anda sudah merdeka.
Tetapi apakah bangsa anda juga sudah merdeka?

(Rendra)[ii]


PENGALAMAN sejarah dan kegugupan menatap masa depan, nun dimana sebuah bendera WTO berkibar, mengusik tidur nyenyak negara makmur dan menggelisahkan negara-negara yang baru bersusah payah mendorong laju perekonomiannya. Dalam matra politik, refleksi terhadap negara dan bangsa dalam konteks dunia mendapat tempat dalam agenda tiap negara, tak terkecuali Indonesia. Mereka dipaksa kembali merenungkan dirinya, sejarahnya, dan cita-citanya. Nasionalisme sebagai sebuah tema muncul kembali dalam kaitannya dengan banyak aspek, baik ekonomi, politik, kebudayaan, maupun pertahanan. Dalam diskursus nasionalisme, muncul pro dan kontra terhadap kekuatan dan relevansinya untuk masa ini yang membuahkan sikap pesimisme dan optimisme. Tulisan ini mencoba menelusuri kembali makna nasionalisme dalam lintasan sejarah (terutama Indonesia) untuk selanjutnya melihat sejauh mana relevasnsinya bagi Indonesia sekarang.

Searching...

Custom Search