Sunday, July 21, 2002

Kesedihan


Oleh Anton Pavlowich Chekov

(Sumber: Kompas, Minggu, 21 Juli 2002)

KERAMAIAN senja. Salju basah yang lebat dengan malas terbang mengitari nyala lentera yang baru saja dinyalakan, dan perlahan-lahan hinggap dengan lembut pada atap, punggung kuda, pundak dan topi-topi. Iona Potapov, sang kusir, telah lama memutih karenanya. Ia bertekuk-sejauh mana badan makhluk hidup bisa melakukannya- duduk di atas kursi kereta dan tak bergerak. Tumpukan salju telah menimbuninya. Walaupun demikian pada saat itu seakan-akan ia tidak menemukan alasan untuk mengibaskan salju dari dirinya....Kuda betinanya juga memutih dan bergeming. Dengan bentuk-bentuk kaki yang ceking dan kaku, dia mirip permen jahe. Sang kuda barangkali tenggelam dalam pikirannya. Kuda mana pun-yang dipisahkan dari weluku, dari lukisan-lukisan alam nan biru, kemudian terbuang pada jeram yang dipenuhi dengan nyala api yang mengerikan, gemerisik yang bising dan hiruk-pikuk manusia-maka mau tak mau akan berpikir.

Thursday, February 28, 2002

Badai Salju oleh Aleksandr Pushkin

Pikiran Rakyat, 28 Februari 2002

BADAI SALJU

Aleksandr Pushkin

KISAH ini terjadi pada tahun 1812. Marya Gavrilovna adalah seorang gadis muda yang cantik dan berbahagia. Dia berusia 17 tahun dan jatuh cinta pada seorang perwira tentara bernama Vladimir. Dia menulis surat-surat yang panjang pada si perwira dan Vladimir muda menulis jawaban-jawaban tak kalah panjangnya, ia titipkan lewat pelayan Marya. Dua insan dimabuk cinta ini pun bertemu di sebuah hutan dekat rumah Marya. Namun orang tua Marya Gavrilovna memergoki pertemuan-pertemuan mereka, dan mereka melarang keras anak gadisnya melakukan pertemuan-pertemuan lagi. Marya patah hati. Namun Vladimir masih berkirim surat-surat kepadanya secara rahasia dan panjang pula.

Thursday, January 24, 2002

Osamu Tezuka and Metropolis

At late 1940s, long before Astro Boy and Kimba the White Lion established Osamu Tezuka as on of influential Japanese animator, the legendary illustrator had created classic manga Metropolis.

Sunday, September 16, 2001

Alfred Hitchcock dan Kebetulan-Kebetulannya

PARIS - Tippi Hedren diteror burung-burung gila. Cary Grant tercampak melintasi Gunung Rushmore. Janet Leigh terjebak mati di kamar mandi.

Tak ada pembuat film lain yang begitu sering dibicarakan dibandingkan dengan Alfred Hitchcock. Kini, setelah 20 tahun berlalu dari kematiannya, salah satu museum Paris terdepan, Pompidou Center, membantu Anda untuk melacak akar kekuatan sinematik sutradara horor legendaris tersebut melalui sebuah pameran yang digelar hingga 24 September nanti.

Wednesday, July 25, 2001

Kenangan Roman Polanski di Tengah-Tengah Ghetto Warsawa

Koran Tempo, 25 Juni 2001

ROMAN POLANSKI, sutradara renegad yang terkenal lewat film-film hitamnya seperti Cul-de-Sac, Rosemary's Baby, dan Chinatown itu, barangkali tengah mengenang masa kecilnya ketika dia kembali ke kampung halamannya di Polandia. Inilah kepulangannya pertama setelah bertahun-tahun berkelana di Prancis dan Amerika.

Polanski ingat betul pada kenangan pahit masa kecilnya di Ghetto Krakow, ketika Nazi menggerus Polandia. Polanski kecil di usia enam tahun bisa lari menyelamatkan diri, tapi orangtuanya dan saudara perempuannya tidak. Mereka dikirim ke kamp konsentrasi. Memang, ayah dan saudaranya sempat selamat, tapi ibunya tidak.

Searching...

Custom Search