Monday, January 06, 2003
Tolkien tentang Beowulf
JRR Tolkien dulu telah menerjemahkan dan memberi komentar sepanjang 2.000 halaman atas legenda Beowulf dalam Beowulf, the Monsters and the Critics yang disampaikannya dalam kuliah di British Academy pada 1936. Naskah berharga itu kini tak sengaja ditemukan Michael Drout, sarjana bahasa Inggris Abad Pertengahan dari Amerika. Konon, kisah Beuwulf inilah yang menginspirasi Tolkien menulis Lord of the Rings. Drout mengaku betapa sukarnya mengedit naskah kuno itu. Naskah itu dinilai sebagai kritik penting dalam sejarah sastra Inggris, karena Tolkien telah membalik pandangan bahwa Beowulf adalah kisah kelam menjadi sebuah epos sastra.
Bahasa, Faktor Pembeda Manusia?
Faktor apa yang membedakan manusia dari binatang? Berabad-abad para pemikir menyimpulkan bahwa budaya, terutama bahasa, adalah faktor pembedanya. Persoalannya, sejumlah penelitian hati-hati terhadap sejumlah jenis binatang beberapa waktu belakangan ini menunjukkan bahwa binatang juga berbudaya dan berbahasa. Ahli bahasa Amerika, Noam Chomsky, berkolaborasi dengan dua biolog Harvard, Marc Hauser dan W. Tecumseh Fitch, mencoba membuktikan bahwa manusia masih berbeda dalam hal bahasa dalam artikel di Science, "The Faculty of Language: What Is it, Who Has It, and How Did It Evolve?", naskah pertama Chomsky tentang evolusi bahasa. Benarkah bahasa faktor pembedanya?.
Sunday, January 05, 2003
Berpulangnya Agam Wispi
Agam Wispi lahir 31 Desember 1930 di Pangkalan Susu dan meninggal 1 Januari 2003 di sebuah verpleghuis (rumah jompo) tempat tinggalnya dua tahun belakangan ini di Amsterdam. "Puisi, hanya kaulah lagi tempatku pulang," tulis Agam di pengasingannya. Alex Supartono menulis memoriam mengenai si penyair Yang Berpulang Sebelum Pulang.
Wednesday, January 01, 2003
Indonesia dari Kacamata Pascakolonialisme
Sudah saatnya kini kita mulai berpikir dengan cara yang sedikit pascakolonial dengan meragukan kembali anggapan-anggapan lama tentang Indonesia. Tak tertanganinya konflik disini mungkin karena kita masih berpegang pada asumsi-asumsi kolonial. Anggapan tersebut berguna untuk mengamankan kekuasaan, tetapi tak berguna untuk menciptakan masyarakat damai. Ignas Kleden melakukan penggalian arkeologis atas kebudayaan Indonesia dalam Arkeologi Perdamaian.
Parlemen Amatiran
Kemelut tentang amandemen UUD45 lahir dari pemerintahan para amatir: memperkuat kekuasaan eksekutif dan parlemen sengaja menyerahkan sebagian kekuasaannya (pembentukan undang-undang) kepada eksekutif. MPR jadi tak merasa perlu minta pendapat rakyat (referendum) karena mengandaikan rakyat telah memberi kuasa penuh kepada MPR, dan kuasa ini tidak dapat ditarik lagi. Demikian kesimpulan Dr. Ir. Sudarsono H. M.A., Kepala Badan Diklat Depdagri dan alumni The University of Tokyo dalam Government By Amateurs.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Searching...
Custom Search