Pikiran Rakyat, 28 Februari 2002
BADAI SALJU
Aleksandr Pushkin
KISAH ini terjadi pada tahun 1812. Marya Gavrilovna adalah seorang gadis muda yang cantik dan berbahagia. Dia berusia 17 tahun dan jatuh cinta pada seorang perwira tentara bernama Vladimir. Dia menulis surat-surat yang panjang pada si perwira dan Vladimir muda menulis jawaban-jawaban tak kalah panjangnya, ia titipkan lewat pelayan Marya. Dua insan dimabuk cinta ini pun bertemu di sebuah hutan dekat rumah Marya. Namun orang tua Marya Gavrilovna memergoki pertemuan-pertemuan mereka, dan mereka melarang keras anak gadisnya melakukan pertemuan-pertemuan lagi. Marya patah hati. Namun Vladimir masih berkirim surat-surat kepadanya secara rahasia dan panjang pula.
Thursday, February 28, 2002
Thursday, January 24, 2002
Osamu Tezuka and Metropolis
At late 1940s, long before Astro Boy and Kimba the White Lion established Osamu Tezuka as on of influential Japanese animator, the legendary illustrator had created classic manga Metropolis.
Sunday, September 16, 2001
Alfred Hitchcock dan Kebetulan-Kebetulannya
PARIS - Tippi Hedren diteror burung-burung gila. Cary Grant tercampak melintasi Gunung Rushmore. Janet Leigh terjebak mati di kamar mandi.
Tak ada pembuat film lain yang begitu sering dibicarakan dibandingkan dengan Alfred Hitchcock. Kini, setelah 20 tahun berlalu dari kematiannya, salah satu museum Paris terdepan, Pompidou Center, membantu Anda untuk melacak akar kekuatan sinematik sutradara horor legendaris tersebut melalui sebuah pameran yang digelar hingga 24 September nanti.
Tak ada pembuat film lain yang begitu sering dibicarakan dibandingkan dengan Alfred Hitchcock. Kini, setelah 20 tahun berlalu dari kematiannya, salah satu museum Paris terdepan, Pompidou Center, membantu Anda untuk melacak akar kekuatan sinematik sutradara horor legendaris tersebut melalui sebuah pameran yang digelar hingga 24 September nanti.
Wednesday, July 25, 2001
Kenangan Roman Polanski di Tengah-Tengah Ghetto Warsawa
Koran Tempo, 25 Juni 2001
ROMAN POLANSKI, sutradara renegad yang terkenal lewat film-film hitamnya seperti Cul-de-Sac, Rosemary's Baby, dan Chinatown itu, barangkali tengah mengenang masa kecilnya ketika dia kembali ke kampung halamannya di Polandia. Inilah kepulangannya pertama setelah bertahun-tahun berkelana di Prancis dan Amerika.
Polanski ingat betul pada kenangan pahit masa kecilnya di Ghetto Krakow, ketika Nazi menggerus Polandia. Polanski kecil di usia enam tahun bisa lari menyelamatkan diri, tapi orangtuanya dan saudara perempuannya tidak. Mereka dikirim ke kamp konsentrasi. Memang, ayah dan saudaranya sempat selamat, tapi ibunya tidak.
ROMAN POLANSKI, sutradara renegad yang terkenal lewat film-film hitamnya seperti Cul-de-Sac, Rosemary's Baby, dan Chinatown itu, barangkali tengah mengenang masa kecilnya ketika dia kembali ke kampung halamannya di Polandia. Inilah kepulangannya pertama setelah bertahun-tahun berkelana di Prancis dan Amerika.
Polanski ingat betul pada kenangan pahit masa kecilnya di Ghetto Krakow, ketika Nazi menggerus Polandia. Polanski kecil di usia enam tahun bisa lari menyelamatkan diri, tapi orangtuanya dan saudara perempuannya tidak. Mereka dikirim ke kamp konsentrasi. Memang, ayah dan saudaranya sempat selamat, tapi ibunya tidak.
Friday, June 15, 2001
Air Mata Kemanusiaan dalam Festival Film Human Right Watch
Koran Tempo, 15 Juni 2001
FILM itu dibuka dengan gambaran yang menyedihkan: tubuh Patrice Lumumba, pemimpin politik legendaris Afrika, bersama mayat dua pendampingnya dibakar oleh dua serdadu Belgia di suatu malam yang berangin dan jauh dari siapa pun.
Lumumba karya sutradara Haiti, Raoul Peck, jadi sebuah film realistik yang merekam sang tokoh, dari awal kehidupannya hingga sang aktivis menjadi pemimpin populer di Stanleyville (sekarang Kisangani), Kongo, Afrika.
FILM itu dibuka dengan gambaran yang menyedihkan: tubuh Patrice Lumumba, pemimpin politik legendaris Afrika, bersama mayat dua pendampingnya dibakar oleh dua serdadu Belgia di suatu malam yang berangin dan jauh dari siapa pun.
Lumumba karya sutradara Haiti, Raoul Peck, jadi sebuah film realistik yang merekam sang tokoh, dari awal kehidupannya hingga sang aktivis menjadi pemimpin populer di Stanleyville (sekarang Kisangani), Kongo, Afrika.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Searching...
Custom Search