Friday, February 13, 2004
Dissenting Opinion Hakim Rahman
Hakim agung memutuskan mengabulkan permohonan kasasi Akbar Tandjung dalam kasus penyelewengan dana nonbujeter Bulog sebesar Rp 40 miliar untuk program raskin pada Kamis (12/2/2004). Tapi, putusan itu lonjong, karena hakim Abdul Rahman Saleh berbeda pendapat dan mengajukan dissenting opinion, di antaranya "Akbar terbukti melakukan perbuatan tercela karena tidak bisa menunjukkan usaha minimum yang pantas untuk melindungi uang negara sebesar Rp 40 miliar yang telah dipercayakan presiden kepadanya, juga untuk berkoordinasi dengan menteri terkait."
Sunday, February 01, 2004
Menumpulkan Logika Publik
Isu kolor ijo yang cukup menghebohkan, tayangan-tayangan televisi yang tidak rasional, serta klaim yang menyatakan bahwa masyarakat kini merindukan masa-masa Orde Baru adalah sisi lain dari upaya sistematis untuk menumpulkan logika publik. Celakanya, kalangan terdidik yang duduk pada lembaga-lembaga strategis justru ikut memelihara dan memanfaatkan situasi tersebut.
Wednesday, January 21, 2004
Demokrasi Tanpa Demokrat
Sosiolog Ralf Dahrendorf dalam artikel Democracy Without Democrats menilai definisi Popper tentang demokrasi tidaklah membantu ketika ia berhadapan dengan pertanyaan apa jadinya jika yang digusur dari kekuasaan percaya akan demokrasi, sedangkan mereka yang menggantikannya tidak? Apa jadinya, dengan kata lain, jika orang-orang "yang salah" terpilih?.
Monday, January 05, 2004
Kisah Pesulap India yang Menegakkan Seutas Tali
Pernah dengar cerita ini: seorang fakir India menyulap seutas tali jadi tegak menuju langit di udara hingga tak terlihat. Lalu seorang bocah 6 tahunan memanjat "tiang" tali itu hingga 30-40 kaki dari tanah. Tak lama kemudian, tali itu lenyap. Cerita itu dikisahkan oleh sepasang wisatawan Amerika yang baru kembali dari India dan dimuat di Chicago Daily Tribune, 8 Agustus 1890. Beberapa bulan kemudian, editor koran itu baru menyadari bahwa cerita itu bohong dan dua wisatawan itu tak pernah ada. Tapi, telat, cerita itu terlanjur dicetak di koran-koran dan jurnal di seluruh dunia. Anda barangkali satu dari jutaan orang yang mempercayainya, bukan? Cerita itu dibongkar Peter Lamont dalam bukunya, The Rise of the Indian Rope Trick.
Kutukan Diah Ayu
Itu hari paling kelabu dalam sejarah kolonial. 142 orang Belanda totok mati dalam sehari pada 1878. Pelakunya Diah Ayu si tukang masak. Surat kabar saat itu hanya melaporkan mengenai "kematian-kematian wajar yang mencurigakan" di sekitar Batavia. Itulah Kutukan Dapur kata Eka Kurniawan.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Searching...
Custom Search