Tuesday, November 11, 2003
Kolom Terpendek di Dunia?
Hari ini Guinness Book of World Records mencapai penjualannya yang ke-100 juta eksemplar. Untuk memperingatinya, kolumnis The Washington Post Magazine Gene Weingarten berusaha memasukkan dirinya ke buku rekor dunia itu dengan berita koran terpendek yang pernah ditulis (the shortest bylined newspaper story ever written). Judul beritanya "Guinness Record Book Today Celebrates 100 Millionth Sale" yang dimuat di halaman C01 Washington Post hari ini dan berisi satu kata teks saja: Yay. Silahkan baca kolomnya.
Het Spijt Me
Bagaimana Anda mengatakan "maafkan saya" kepada orang berbahasa lain dari Anda. Orang Cina mengenalnya sebagai "Zhen bao qian", orang Belanda "Het spijt me", orang Jepang "Gomen nasai". Kini Donnell Library Center berbaik hati menyusun World Languages Collection Useful Expressions and Greetings in 26 languages, kecuali bahasa Indonesia :(.
Sunday, November 09, 2003
McDonald's dan McJob
CEO McDonald's Jim Cantalupo memprotes istilah "McJob" dalam edisi mutakhir Merriam-Webster's Collegiate Dictionary yang mendefinisikan istilah itu sebagai "pekerjaan dengan gaji rendah dan mati karir" (low paying and dead-end work). Istilah itu sangat mirip dengan McJOBS, program pelatihan perusahaan itu untuk memberdayakan orang secara mental dan fisik.
Monday, November 03, 2003
Surat-E kepada L.M.
Ah, kamu
Telah kukirim semiliar cahaya
kunang ke haribanmu
Semuanya tak kembali, tak berkabar...
Apatah yang sesungguhnya terjadi di balik tabir mentari?
Telah kukirim semiliar cahaya
kunang ke haribanmu
Semuanya tak kembali, tak berkabar...
Apatah yang sesungguhnya terjadi di balik tabir mentari?
Thursday, October 09, 2003
Harga Naik, Jangan Gelap Mata
Keputusan pemerintah untuk menaikkan tarif listrik, tarif telepon, dan harga bahan bakar minyak disambut protes dan demonstrasi. Tapi, coba lihat ini. Jumlah telepon di negeri berpenduduk 210 juta jiwa ini tak sampai 8 juta sambungan, sedikit lebih rendah ketimbang jumlah nomor telepon seluler yang tersedia. Selain itu, hampir separuh rumah tangga belum menikmati jaringan listrik PLN. Walhasil, boleh dikata kenaikan tarif telepon hanya akan menerpa tak sampai sepuluh persen penduduk yang tergolong rumah tangga terkaya di negeri ini. Maka, jika tarif telepon disubsidi, berarti lebih dari 90 persen rakyat yang miskin terambil haknya. Opini Tempo.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Searching...
Custom Search