Saturday, November 27, 2004

Beremas/Bermaafan

Saya kutipkan sebuah pantun Melayu lama , Beremas/Bermaafan :


Pucuk pauh delima lah batu

Anak sembilan tangan di tapak lah tangan

Tuan lah jauh negeri yang satu

Hilang di mata di hati lah jangan

Lepas bermas beremas lah pula

Emas sekupang dibagi lah lima

Lepas bermaaf bermaaf lah pula

Maaf lah seorang bermaaf lah semuanya

Mohon maaf lahir batin.

Tabik.

Wednesday, October 06, 2004

Pemenang, Pergantian

Senin (4/10/2004) sore itu, Komisi Pemilihan Umum menetapkan pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (profil) - Jusuf Kalla (profil) sebagai pemenang pemilu dan menetapkan keduanya sebagai presiden dan wakil presiden terpilih. Sementara, situasi di sekitar Jalan Kebagusan IV No. 45, kediaman Presiden Megawati, ramai dihadiri para wartawan yang menunggu pernyataan Mega. Tak ada pernyataan hingga keesokan harinya. Tapi, semuanya berjalan tenang, tanpa gejolak, meski jauh hari sejumlah orang berpikir akan terjadi gejolak hebat bila Mega kalah. Suatu keadaan yang jauh berbeda kala Gus Dur "dijatuhkan" oleh MPR pada Senin (23/7/2001). Saya mencatat kejatuhan itu dalam sebuah fitur pendek "Malam Terpanjang di Dunia" di bawah ini.

Sunday, July 11, 2004

Don't Cry

Aku menulis bagian ini di pagi buta sambil mendengar jeritan Dont Cry-nya Guns 'N Roses: Ah, hampir setengah tahun situs ini tak kusentuh. Banyak yang berubah. Amien Rais tereliminasi di babak pertama Pemilihan Presiden. Gus Dur ngamuk-ngamuk pada KPU. SBY tersenyum, yakin akan terus maju. Mega bakal pusing, nih. Wiranto masih yakin akan melangkah ke babak kedua.

Namun, di luar itu, blog-blog personal orang Indonesia telah meramaikan dunia cyber ini. Menyenangkan dan mengasyikkan. Lebih mengasyikkan lagi karena aku menerima sejumlah surat-e yang memuji, mengkritik, dan terutama mendorong agar situs ini tetap eksis. Terima kasih atas perhatian anda-anda yang--kukenal atau tidak--telah memberiku satu alasan lagi agar situs ini terus diperbaharui. But, karena ketaksempatan, maka baru satu dua file lama yang tak sengaja kutemukan, lalu kuletakkan di sini. Selamat membaca dan tanggapan Anda akan kusambut dengan tangan terbuka.

Tabik.

Tuesday, June 01, 2004

Siapa Takut Golput?

Argumen tentang kemungkinan kenaikan suara golput pada pemilu akan datang hanya dapat diterima bila kita mengandaikan bahwa dalam kurun waktu yang sangat pendek menyusul jatuhnya rezim Orde Baru kita berhasil mentransformasikan sistem politik Indonesia menjadi sistem politik rasional yang berkembang di atas basis kelas sosial yang "tebal" dan "independen". Argumen itu tidak memiliki pijakan teoritis dan empiris yang kokoh. Maka, hal itu tidak dapat dijadikan dasar untuk membuat perhitungan tentang apa yang akan terjadi pada Pemilu 2004. Itu kata Nasikun, dosen Sosiologi FISIPOL dan Ketua Divisi Penelitian Pusat Studi Sosial Asia Tenggara UGM.

Friday, February 27, 2004

Mata Jahat Kamera

Sepanjang Kamis (12/2) kemarin, nyaris semua media terkecoh oleh Akbar Tanjung. Dengan kecerdasannya, orang nomor satu di Partai Golkar itu memanfaatkan televisi untuk ikut memainkan "politik ruang keluarga" yang dia skenariokan. Mata jahat kamera telah melakukan itu.

Searching...

Custom Search